Hari ini, gw foto bt sama anak2 IPA C. Main paintball di BSD nun jauh di sana. Ga da sesuatu yang dapat diceritakan tentang permainan paintball ini karena memang main paintball ber-28 (sama Pak Bin) sudah pasti sesuatu yang seru dan menyenangkan.
Hal yang lebih menarik dan wajib diceritakan adalah ketika gw (bareng Mirhady dan Raja) diturunkan Pak Bin di Kampung Melayu dan berniat ke rumah menggunakan moda transportasi Transjakarta. Sebelum menuju ke Halte Busway Kampung Melayu, kami bertiga menyempatkan diri ke Indomaret memebeli sedikit minuman dan makanan. Gw beli sebotol teh dingin dan makanan ringan yang gw gemari, (sebut merek aja) JetZ rasa Chocolate Fiesta.
Setelah membayar, gw langsung melenggang ke halted an membayar karcis seharga 3.500 rupiah. Tak perlu menunggu lama karena bus sudah dekat. Gw membuka sebotol minuman yang tadi gw beli dan meminumnya hingga setengah. Setelah itu, sebelum memijakkan kaki di dalam bus, gw sempat membuka bungkus snack kesukaan gw itu yang gw letakkan di dalam tas kecil gw.
Di dalam bus, gw mengamati keadaan sekitar. Berdiri di tengah-tengah badan bus gandeng di bagian kanan. Habis main paintball pasti orang bakal laper. Dan gw mulai mengambil satu per satu snack itu, mamasukkan ke mulut, dan mengunyahnya. Lumayanlah untuk menahan lapar. Suasana Kota Jakarta di petang tadi luamayan ramai.
Dua, tiga, empat potongan kecil snack udah gw makan. Gw mengedarkan pandangan ke belakang mencari sesuatu yang menarik. Gw menemukan sesuatu yang menarik. Seseoran berseragam, karyawan Transjakarta memberikan tanda-tanda yang ga jelas, gw ga ngerti apa maksudnya. Dia menunjuk-nunjuk ke arah gw. Gw liat di belakang gw ada anaka kecil dan orang yang berseragam sama dengannya. Secara niat gw adalah baik, gw pikir dia mau manggil temennya itu.
Gw colek orang yang di belakang gw. Tiba-tiba si yang di belakang berteriak pelan, ”Masnya, tolong makannya nanti aja!”, oh ternyata gw yang ditunjuk-tunjuk. Ok. Kembali gw edarkan mata gw kemana-mana, ga da yang menarik. Hanyalah sebuah televisi terpasang di atas yang menampilkan berbagai macam model bus dan sebagainya (setau gw di TV itu juga diiklanin caleg dari PDS). Sok-sok ngumpet, gw mengambil lagi beberapa potong makanan gw itu.
Melewati halte Slamet Riyadi, gw masih mengunyah makanan di mulut gw, untuk kesekian kali gw mengedarkan pandangan gw ke belakang. Eh sesosok berseragam yang di belakang terlihat maju ke depan hingga akhirnya ke depan hadapan gw. ”Mas kalo udah dibilangin jangan makan, ya diperhatiin. Kalo ga mau turun aja di halte depan!” teriaknya cukup lantang. Actually, I don’t care. Gw ga berbicara sepatah katapun ke orang berseragam itu. Jadilah gw sebagai orang yang diperhatiin dalam bus ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, gw yang pemalu, menjadi center of attention banyak orang yang ada di sekitar gw.
Gw tau ada tulisan dilarang makan dan minum. Di samping tulisan itu ada piring lengkap dengan sendok dan garpu yang dicoret. Udahlah mungkin si berseragam itu mengaharapkan gw patuh pada peraturan tersebut. Sebenernya gw patuh sama peraturan alias disiplin. Akan tetapi dalam kondisi di mana gw butuh makanan, gw lebih mementingkan kesehatan gw dibanding peraturan yang ada. Ambulans yang membawa orang sakit sah-sah aja masuk jalur busway. Malah mobil dan motor seenaknya masuk jalur busway juga.
Kalau gw perhatiin, ada orang yang lebih hina daripada gw. Seseorang wanita ditelantarkan berdiri di dekat seorang pria yang tampak sehat (gw ga tau tuh pria ada penyakit apa). Mungkin gw menjadi perhatian buatnya karena ketika di memandang ke depan yang terlihat adalah gw.
Bus melaju cukup kencang melewati bilangan Salemba. Gw mengeluarkan buku dari tas. Terdengar suara bungkusan makanan, seseorang berseragam yang ada di depan nengok ke arah gw dan ngeliatin gw, entah bagaimana si seragam di belakang. Hingga akhirnya gw mendapatkan buku bacaan gw, orang yang di depan itu mengalihkan pandangan ke depan, bersiap melayani penumpang yang akan turun di Halte Salemba UI.
Gw salut dengan si berseragam yang berdiri menjaga pintu belakang bus. Dengan setia menjaga pintunya. Dengan perhatian mengingatkan gw. Dengan perhatian yang lebih menegur gw. Namun dengan kerasnya mengancam untuk menurunkan gw.
Apabila gw makan secercah snack, adakah yang terganggu? Penumpang lain tak menghiraukan apa yang gw lakukan, mereka sibuk dengan apa yang mereka lakukan. Ataukah si berseragam itu ngiri dan pengen makan. Sebenernya pas dia nyamprein gw, pengen gw tawarin, tapi dia berlalu begitu cepat. Apakah semua orang diperlakukan sama seperti gw apabila ada orang yang berlaku sama seperti gw?
Akhirnya, gw meninggalkan si berseragam itu dan turun di Halte Central Senen. Dan apa yang gw lakukan begitu transit? Jelaslah membuka kembali tas gw dan memakan JetZ gw. Hikmah? Adalah. Gw tau bahwa dalam kondisi apapun gw harus patuh peraturan. Akan tetapi apakah peraturan itu bisa membuat orang terhindar dari sesuatu yang lebih membahayakan.
28 February 2009
30 December 2008
Lanjutan TeSIS
Dan pada hari kedua TeSIS (28 Des 2008), serombongan anak XI C tersebut kembali lagi dengan amunisi yang lebih lengkap (36 orang ikut semua). Jadilah rangkaian panjang, barisan manusia memijakkan langkah kaki menyusuri jalur persawahan.
Bedanya dengan hari pertama, hari ini, anak XI C memutuskan untuk melewati jalur kanan. Padahal jalur tersebut lebih mengarah ke arah rumah2 warga. Dan di perjalanan, anak XI C berpapasan dengan kelas XI H dan XI E. Dan dengan spanduknya, XI C menyombongkan diri mengibarkan di depan rombongan layaknya orang berdemo.
Di jalur kanan, pemandangan hijau nan indah sangat bertebaran. Namun, rumah mewah atau lebih pantas disebut vila juga tak luput dari pandangan. Dan di sinilah anak XI C mengubah kabar burung tersebut menjadi sebuah kenyataan dan fakta. Hamparan sungai dan danau terletak di sisi kiri. Sungguh pemandangan yang asri.
Sangat beruntung, dengan bermodal nekat dan kekompakkan, anak2 XI C sukses menemukan apa yang masih menjadi kabar burung bagi orang lain tersebut. Pengalaman yang tak akan terlupakan bagi XI C. Intinya TeSIS kali ini yang lebih diingat adalah perjalanan untuk senang-senang dibanding meneliti dan presetasi.
Untuk kabar seputar BASIS 2008, masih dlam tahap pencarian informasi dan data. Intinya BASIS berjalan tepat sasaran dan didukung penuh oleh guru-guru dan panitia.
Bedanya dengan hari pertama, hari ini, anak XI C memutuskan untuk melewati jalur kanan. Padahal jalur tersebut lebih mengarah ke arah rumah2 warga. Dan di perjalanan, anak XI C berpapasan dengan kelas XI H dan XI E. Dan dengan spanduknya, XI C menyombongkan diri mengibarkan di depan rombongan layaknya orang berdemo.
Di jalur kanan, pemandangan hijau nan indah sangat bertebaran. Namun, rumah mewah atau lebih pantas disebut vila juga tak luput dari pandangan. Dan di sinilah anak XI C mengubah kabar burung tersebut menjadi sebuah kenyataan dan fakta. Hamparan sungai dan danau terletak di sisi kiri. Sungguh pemandangan yang asri.
Sangat beruntung, dengan bermodal nekat dan kekompakkan, anak2 XI C sukses menemukan apa yang masih menjadi kabar burung bagi orang lain tersebut. Pengalaman yang tak akan terlupakan bagi XI C. Intinya TeSIS kali ini yang lebih diingat adalah perjalanan untuk senang-senang dibanding meneliti dan presetasi.
Untuk kabar seputar BASIS 2008, masih dlam tahap pencarian informasi dan data. Intinya BASIS berjalan tepat sasaran dan didukung penuh oleh guru-guru dan panitia.
29 December 2008
Temu Sosial dan Ilmiah SMANDEL 2008 a.k.a TeSIS 2008
TeSIS 2008 merupakan hajatan terbaru yang digarap sekolah untuk anak didiknya kelas XI reguler dan internasional. Denger-denger yang wajib ikut (wajib karena merupakan syarat kenaikan kelas) adalah 447 siswa, tetapi yang muncul cuma 424 (kalo ga salah). Nah, ke-23 orang yang lain entah nasibnya seperti apa, yang penting TeSIS tidak sebosan apa yang ada di benak anak2 XI IPA C.
Kelas XI IPA C punya cara tersendiri dalam menyikapi TeSIS ini. Ba'da Subuh dan menjelang Magrib adalah waktu buat 36 anak XI IPA C untuk memijak seluruh pelosok Kecamatan Jalan Cagak ini. Anehnya, kabar2 burunglah yang pertama kali membuat anak XI C ini merelakan berlelah-lelahan menapakkan kaki di antara hijaunya padi pedesaan Subang.
Yang pertama kabar tentang sungai yang merebak pada hari pertama 3 jam setelah tiba. Dan katanya, letaknya cukup jauh. Terus yang kedua, danau di Kecamatan Jalan Cagak. Untuk menutupi rasa penasaran, maka berinisiatiflah XI C berbondong-bondong menyusuri clue-clue letak kedua tempat tersebut.
Uups, nanti dulu, ini tentang perjalanan di bus dulu yang ga kalah serunya. Bus nomor 3 dengan body bus berwarna putih-biru, bergambar Beethoven, dan bertuliskan Die 9. (baca: nointen a.k.a neunten) Symphonie, merupakan bus yang berbeda dari 9 bus lainnya. Yang membedakan adalah hal simpel akibat inisiatif unik anak XI C, yaitu moncong bus ditutupi smanduk ukuran cukup besar bertuliskan
keterangan: penulisan SMAN salah, seharusnya SMA Negeri
alasan: karena tidak ada SMAS alias SMA Swasta
Kemudian, cerita berlanjut, selama perjalanan, mulai dari detik pertama segepok kartu remi sudah dimainkan oleh orang2 yang berbeda. Yang populer di XI C adalah CAPSA. Nah, capsa inilah yang membuat beberapa penghuni XI C dapet bonus khusus untuk berlibur selama 1 hari di rumah masing-masing (butuh penalaran untuk mengartikannya).
XI C kembali berulah, bus yang di dalamnya juga diisi Sensei Rizki, Bu Siti Asyuroh, Mister Fajar ini, harus keteteran menjadi bus yang tiba terakhir di tempat upacara pembukaan. Kenapa? Karena salah satu personel XI C, yaitu Tasya a.k.a Lulu mampir dulu ke SPBU untuk muntah. hehe
Dan serunya, setiap ada tanjankan yang harus dilewati, anak2 XI C sedikit menghelan nafas dan berdoa supaya bus mampu melewatinya. Soalnya beberapa tanjakan sebelumnya harus dilewati dengan keadaan mesin bus mati dulu dan bus sedikit menggelontor ke belakang. Jadilah bus XI C dan anak XI C populer karen keterlambatannya. Serta disambut dengan "akhirnya datang juga". hehe
Lanjut ke masalah yang pertama, tentang petualangan XI C menyusuri jalan-jalan setapak. Hari pertama, XI C segera ingin membuktikannya. Segerombolan remaja menjadi tontonan unik warga sekitar. Dengan gaya kekotaannya, mereka berusaha beradaptasi dan berubah menjadi orang-orang desa. Namun, bukan hal yang mudah dengan apa yang dilihat mereka di antara sawah, gunung, lembah, gandung (dibaca: jalan setapak, kalo ga salah nama gandung di KBBI artinya jalan batas di antara dua petak sawah), dan ratusan hewan2 unik yang jarang dilihat di metropolitan Jakarta,
Menyusuri jalan setapak dengan mengalungkan kamera telah menggambrakan siapa orang-orang asing yang masuk desa tanpa izin mayarakat tersebut. Ya merekalah anak-anak Jakarta yang duduk di bangku SMA Negeri 8 Jakarta dan secara tak sengaja mereka tergabung dalam 1 kelas yang bernama XI IPA C.
Mereka bermaksud menggapai cerita orang pendatang (maksudnya peserta TeSIS) mengenai adanya sungai dan danau. Namun, pada hari pertama yang cukup melelahkan ini, usaha menggapai cerita tersebut belum kesampaian. Dan bertekad untuk menggapainya pada keesokan harinya.
dan cerita ini (plus review BASIS 2008) akan berlanjut esok hari karena g-aryopratomo ngantuk.
Kelas XI IPA C punya cara tersendiri dalam menyikapi TeSIS ini. Ba'da Subuh dan menjelang Magrib adalah waktu buat 36 anak XI IPA C untuk memijak seluruh pelosok Kecamatan Jalan Cagak ini. Anehnya, kabar2 burunglah yang pertama kali membuat anak XI C ini merelakan berlelah-lelahan menapakkan kaki di antara hijaunya padi pedesaan Subang.
Yang pertama kabar tentang sungai yang merebak pada hari pertama 3 jam setelah tiba. Dan katanya, letaknya cukup jauh. Terus yang kedua, danau di Kecamatan Jalan Cagak. Untuk menutupi rasa penasaran, maka berinisiatiflah XI C berbondong-bondong menyusuri clue-clue letak kedua tempat tersebut.
Uups, nanti dulu, ini tentang perjalanan di bus dulu yang ga kalah serunya. Bus nomor 3 dengan body bus berwarna putih-biru, bergambar Beethoven, dan bertuliskan Die 9. (baca: nointen a.k.a neunten) Symphonie, merupakan bus yang berbeda dari 9 bus lainnya. Yang membedakan adalah hal simpel akibat inisiatif unik anak XI C, yaitu moncong bus ditutupi smanduk ukuran cukup besar bertuliskan
TeSIS SMAN 8
XI IPA C
Desa Tambak Mekar Subang
keterangan: penulisan SMAN salah, seharusnya SMA Negeri
alasan: karena tidak ada SMAS alias SMA Swasta
Kemudian, cerita berlanjut, selama perjalanan, mulai dari detik pertama segepok kartu remi sudah dimainkan oleh orang2 yang berbeda. Yang populer di XI C adalah CAPSA. Nah, capsa inilah yang membuat beberapa penghuni XI C dapet bonus khusus untuk berlibur selama 1 hari di rumah masing-masing (butuh penalaran untuk mengartikannya).
XI C kembali berulah, bus yang di dalamnya juga diisi Sensei Rizki, Bu Siti Asyuroh, Mister Fajar ini, harus keteteran menjadi bus yang tiba terakhir di tempat upacara pembukaan. Kenapa? Karena salah satu personel XI C, yaitu Tasya a.k.a Lulu mampir dulu ke SPBU untuk muntah. hehe
Dan serunya, setiap ada tanjankan yang harus dilewati, anak2 XI C sedikit menghelan nafas dan berdoa supaya bus mampu melewatinya. Soalnya beberapa tanjakan sebelumnya harus dilewati dengan keadaan mesin bus mati dulu dan bus sedikit menggelontor ke belakang. Jadilah bus XI C dan anak XI C populer karen keterlambatannya. Serta disambut dengan "akhirnya datang juga". hehe
Lanjut ke masalah yang pertama, tentang petualangan XI C menyusuri jalan-jalan setapak. Hari pertama, XI C segera ingin membuktikannya. Segerombolan remaja menjadi tontonan unik warga sekitar. Dengan gaya kekotaannya, mereka berusaha beradaptasi dan berubah menjadi orang-orang desa. Namun, bukan hal yang mudah dengan apa yang dilihat mereka di antara sawah, gunung, lembah, gandung (dibaca: jalan setapak, kalo ga salah nama gandung di KBBI artinya jalan batas di antara dua petak sawah), dan ratusan hewan2 unik yang jarang dilihat di metropolitan Jakarta,
Menyusuri jalan setapak dengan mengalungkan kamera telah menggambrakan siapa orang-orang asing yang masuk desa tanpa izin mayarakat tersebut. Ya merekalah anak-anak Jakarta yang duduk di bangku SMA Negeri 8 Jakarta dan secara tak sengaja mereka tergabung dalam 1 kelas yang bernama XI IPA C.
Mereka bermaksud menggapai cerita orang pendatang (maksudnya peserta TeSIS) mengenai adanya sungai dan danau. Namun, pada hari pertama yang cukup melelahkan ini, usaha menggapai cerita tersebut belum kesampaian. Dan bertekad untuk menggapainya pada keesokan harinya.
dan cerita ini (plus review BASIS 2008) akan berlanjut esok hari karena g-aryopratomo ngantuk.
26 December 2008
vakum beberapa hari
yah, tesis segera tiba, jadi harus vakum beberapa hari dulu
pasca tesis dan tahun baru, blog ini bakal berisi:
-review kegiatan OSIS SMA Negeri 8 Jakarta bulan November-Desember
-promosi-promosi subsi
-lambang subsi
thx
hehe
pasca tesis dan tahun baru, blog ini bakal berisi:
-review kegiatan OSIS SMA Negeri 8 Jakarta bulan November-Desember
-promosi-promosi subsi
-lambang subsi
thx
hehe
25 December 2008
SANGGA KERJA PERWAKILAN KELAS XV
Sangga Kerja Perwakilan Kelas XV
Ketua: Chandra Goldie Aulia
Wakil Ketua Intern: Attika Adrianti Andarie
Wakil Ketua Ekstern: Muthia Szami Naffisah
Sekretaris Umum: Gandung Aryopratomo Yudokusumo
Sekretaris I: Elivina Mirdiani
Sekretaris II: Dean Arityanti
Bendahara I: Khairunnisa Yodia Ditakusuma
Bendahara II: Rahma Hutami Rahayu
Ketua Komisi Aspirasi: Rahmat Hidayat
Wakil Ketua Komisi Aspirasi: Anggi Andrianisari Akbar
Ketua Komisi Legislasi: Ni Made Hermiyanti
Ketua Komisi Lintas Bidang: Indira Kemala Pratiwi
Ketua Komisi I Bidang 1: Farisa Wirawan
Ketua Komisi I Bidang 2: Lusiani Puspita
Ketua Komisi II: Astra Goldie Aulia
Ketua Komisi III: Herdian Wicaksono
Ketua Komisi IV: Triandhika Anjani
Ketua Komisi V: Marsha Amanda Rizky
Ketua Komisi VI: Arief Budiman
Wakil Ketua Komisi VI: Noke Devina
Ketua Komisi VII: Mirhady Achmad Dorodjatun
Ketua Komisi VIII: Farah Nabila
Asisten Sekretaris: Annisa Fatharini
Asisten Sekretaris: Aninda Fariza
Anggota Komisi Aspirasi: Chaula Rinintya Anindya
Anggota Komisi Aspirasi: Dimas Haryo Adi Prakoso
Anggota Komisi Aspirasi: Ghaisani Shabrina Rahma
Anggota Komisi Legislasi: Dinarrani Gunita
Anggota Komisi I bidang 1: Muhammad Nassirudin
Anggota Komisi I bidang 2: Mazmur Damanik
Anggota Komisi I bidang 2: Gregorius Bramantyo
Anggota Komisi II: Haikal Eki Ramadhan
Anggota Komisi II: Syavira Rahmadiani
Anggota Komisi III: Mayvita Dewi
Anggota Komisi III: Mochammad Dikra Prasetya
Anggota Komisi IV: Nori Hesviandani
Anggota Komisi IV: Putri Widya Utami
Anggota Komisi V: Shinta Anissa Noviana
Anggota Komisi V: Arannisa Hanifauzia Sa’ad
Anggota Komisi VI: Jaysa Rafi
Anggota Komisi VI: Gusti Adintya Putri
Anggota Komisi VI: Siti Aisyah Adityani
Anggota Komisi VII: Saniya
Anggota Komisi VII: Dhia Izza Nabila
Anggota Komisi VIII: Fathia Agzarine Deandra
Anggota Komisi VIII: Muhammad Faiz Gunarwan
Ketua: Chandra Goldie Aulia
Wakil Ketua Intern: Attika Adrianti Andarie
Wakil Ketua Ekstern: Muthia Szami Naffisah
Sekretaris Umum: Gandung Aryopratomo Yudokusumo
Sekretaris I: Elivina Mirdiani
Sekretaris II: Dean Arityanti
Bendahara I: Khairunnisa Yodia Ditakusuma
Bendahara II: Rahma Hutami Rahayu
Ketua Komisi Aspirasi: Rahmat Hidayat
Wakil Ketua Komisi Aspirasi: Anggi Andrianisari Akbar
Ketua Komisi Legislasi: Ni Made Hermiyanti
Ketua Komisi Lintas Bidang: Indira Kemala Pratiwi
Ketua Komisi I Bidang 1: Farisa Wirawan
Ketua Komisi I Bidang 2: Lusiani Puspita
Ketua Komisi II: Astra Goldie Aulia
Ketua Komisi III: Herdian Wicaksono
Ketua Komisi IV: Triandhika Anjani
Ketua Komisi V: Marsha Amanda Rizky
Ketua Komisi VI: Arief Budiman
Wakil Ketua Komisi VI: Noke Devina
Ketua Komisi VII: Mirhady Achmad Dorodjatun
Ketua Komisi VIII: Farah Nabila
Asisten Sekretaris: Annisa Fatharini
Asisten Sekretaris: Aninda Fariza
Anggota Komisi Aspirasi: Chaula Rinintya Anindya
Anggota Komisi Aspirasi: Dimas Haryo Adi Prakoso
Anggota Komisi Aspirasi: Ghaisani Shabrina Rahma
Anggota Komisi Legislasi: Dinarrani Gunita
Anggota Komisi I bidang 1: Muhammad Nassirudin
Anggota Komisi I bidang 2: Mazmur Damanik
Anggota Komisi I bidang 2: Gregorius Bramantyo
Anggota Komisi II: Haikal Eki Ramadhan
Anggota Komisi II: Syavira Rahmadiani
Anggota Komisi III: Mayvita Dewi
Anggota Komisi III: Mochammad Dikra Prasetya
Anggota Komisi IV: Nori Hesviandani
Anggota Komisi IV: Putri Widya Utami
Anggota Komisi V: Shinta Anissa Noviana
Anggota Komisi V: Arannisa Hanifauzia Sa’ad
Anggota Komisi VI: Jaysa Rafi
Anggota Komisi VI: Gusti Adintya Putri
Anggota Komisi VI: Siti Aisyah Adityani
Anggota Komisi VII: Saniya
Anggota Komisi VII: Dhia Izza Nabila
Anggota Komisi VIII: Fathia Agzarine Deandra
Anggota Komisi VIII: Muhammad Faiz Gunarwan
24 December 2008
PERWAKILAN KELAS XV OSIS PERIODE 2008-2009 SMA NEGERI 8 JAKARTA

Perwakilan Kelas SMA Negeri 8 Jakarta berfungsi sebagai pengawas dari seluruh kegiatan OSIS di SMA Negeri 8 Jakarta. Perwakilan Kelas SMA Negeri 8 Jakarta memiliki 5 fungsi utama yang biasa disebut LASKA, yaitu Legislator, Media Aspirasi, Supervisor, Korektor, dan Advisor.
Legislator dalam hal ini mengurusi bidang kelegislasian SMA Negeri 8 Jakarta. OSIS SMA Negeri 8 Jakarta bergerak berdasarkan Anggaran Dasar OSIS (AD OSIS) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Perwakilan Kelas memiliki Anggaran Rumah Tangga Perwakilan Kelas sedangkan Pengurus OSIS memiliki Anggaran Rumah Tangga Pengurus OSIS. Selain memiliki AD dan ART, Perwakilan Kelas SMA Negeri 8 Jakarta juga memiliki Kode Etik Perwakilan Kelas dan Standardisasi Pengawasan Perwakilan Kelas.
Fungsi Media Aspirasi sebagai jembatan penghubung antara siswa-siswi kepada sekolah, atau lebih khususnya kepala sekolah. Program kerja yang berhubungan dengan aspirasi siswa-siswi ini adalah PK Goes to Class dan Forum OSIS.
Fungsi Supervisor adalah mengawasi seluruh kegiatan OSIS mulai dari prapelaksanaan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan. Perwakilan Kelas bertugas berdasarkan Standardisasi Pengawasan Perwakilan Kelas.
Fungsi Korektor bagi Perwakilan Kelas adalah mengoreksi kinerja OSIS dalam pelaksanaan program kerja, termasuk prapelaksanaan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan. Perwakilan Kelas berhak menerima atau menolak Laporan Pertanggungjawaban dan mengaudit laporan keuangan program kerja.
Memberikan masukan-masukan yang bermanfaat pada program kerja OSIS, memberikan saran lisan maupun tertulis kepada OSIS, dan bersama dengan OSIS menemukan solusi dari masalah-masalah yang ada merupakan perwujudan fungsi Advisor.
Subscribe to:
Posts (Atom)






sungai